ANGIN
Kutulis kau bukan sekedar bahasa
yang membawa segala resah bersama ribuan
atmosfir menggurui perasaan ini
Karena saat ini kutulis sebuah serpihan masa lalu
yang kucoba untuk kau bawa sejauh engkau berada
dalam kehampaan
Aku mendengar kau berseteru bersama reranting
dan dedaunan yang kau jadikan gugur bersama musim
merubah takdir menjadi nyata
Bawalah ribuan anak serbuk sari keujung putik itu
untuk kau persembahkan bunga
yang kau jadikan mekar nantinya
Oh….maha kasih telah kurapikan segala kenang bersama
puluhan anak sungai jauh kedasar lautan tak bertepi
merindukan purnama yang bersinar terang diatas
kehampaan lautan jiwaku
Pulanglah bersama rindu yang semakin kumenatap semaki
aku jauh berpulang dari kota kenangan di tubuhmu
yang kutiup kehalimbubu
Angi dengarlah segala resah yang berbisik diantara
gemericik dedaunan yang kau sisakan hujan
dihulu mata keningku
Kau telah merubah musim menjadi ritual
setelah itu kau tak mengenal aksara sebuah nama
lenteng, 10 september 2011
SYAIR PENGANTIN
Ranjang kita lautan seluas
kedalam mata hati memandang
tarian ombak melebur syair di ranjang
pengantin kita
Kitapun saling berkejaran bersama puluhan
anak pantai Jauh menyentuhmu
Cintaku seluas pantai di bibirmu
sayangku sedalam lautan hati menyentuhmu
Aku membelaimu tanpa resah membelenggu
jadilah pengantinku selalu
melepas rindu sehabis hujan bulan mei yang lalu
20, mei 2011
BULAN
Dari kabut yang menipis di bibirmu
kusentuh dingin malam ini dengan belayan
angin rambutmu
Malam ini rembulan menguntit
dari jendela remang dedaunan
kitapun berdiri bersama bayangan dosa
dedaunan yang gugur
jatuh menebas pandangan mata
Para malaikat sibuk melukis wajah kita di mata bulan
merapikan serpihan pisual
dari sebuah perpisahan
Bulan kuletakkan kau di genggaman
kujadikan bola salju di dadaku selalu
Lenteng,17 mei 2011
DARI KEJAUHAN CINTAMU
Kupandang dari kejauhan cintamu
bersama barisan anak ombak mengiringi
irama deburan menjadikan aku haru
menatap kecantikan milikmu
Memikat para seniman untuk bercinta dengan
tarian wayang tubuhmu
Rantai anak ombakmu semakin beranjak dewasa
menepi kepalung hati ini
ah..bercinta denganmu sungguh diri ini menjadi gamang
buih ombakmu memikat seni dalam jiwaku
slopeng, 2010

Aries Kelana
Aktif di komunitas Teater Pelar Sumenep, anggota kajian Seni Dan Budaya PANGESTOH NET TIHINK COMMUNITY sumenep.
Sebagian karyanya sering di muat di majalah mimbar pembangunan jawa timur. Dan majalah local lainnya. terkumpul dalam antologi tunggal ( suara hati si batu karang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar