Minggu, 18 September 2011

puisi baru


ANGIN

Kutulis kau bukan sekedar  bahasa
yang membawa segala resah bersama ribuan
atmosfir menggurui perasaan ini

Karena saat ini kutulis sebuah serpihan masa lalu
yang kucoba untuk kau bawa sejauh engkau berada
dalam kehampaan

Aku mendengar kau berseteru bersama reranting
dan dedaunan yang kau jadikan gugur bersama musim
merubah takdir menjadi nyata

Bawalah  ribuan anak serbuk sari keujung putik  itu
untuk kau persembahkan bunga
yang kau jadikan mekar nantinya

Oh….maha kasih telah kurapikan segala kenang bersama
puluhan anak sungai jauh kedasar lautan tak bertepi
merindukan purnama yang bersinar terang diatas
kehampaan lautan jiwaku

Pulanglah bersama rindu yang semakin kumenatap semaki
aku jauh berpulang dari kota kenangan di tubuhmu
yang kutiup kehalimbubu

Angi dengarlah segala resah yang berbisik diantara
gemericik dedaunan yang kau sisakan hujan
dihulu mata keningku

Kau telah merubah musim menjadi ritual
setelah itu kau tak mengenal aksara sebuah nama
lenteng, 10 september 2011



SYAIR PENGANTIN

Ranjang kita lautan seluas
kedalam mata hati memandang
tarian ombak melebur syair di ranjang
pengantin kita

Kitapun saling berkejaran  bersama puluhan
anak pantai  Jauh menyentuhmu

Cintaku seluas pantai di bibirmu                                          
sayangku sedalam lautan hati menyentuhmu

Aku membelaimu tanpa resah membelenggu
jadilah pengantinku selalu
melepas rindu sehabis hujan bulan mei yang lalu
20, mei 2011














BULAN

Dari kabut yang menipis di bibirmu
kusentuh  dingin malam ini dengan belayan
angin rambutmu

Malam ini rembulan menguntit
dari jendela remang dedaunan
kitapun berdiri bersama bayangan dosa

dedaunan yang gugur
jatuh menebas pandangan mata

Para malaikat sibuk melukis wajah  kita di mata bulan
merapikan serpihan pisual
dari sebuah perpisahan

Bulan kuletakkan kau di genggaman
kujadikan bola salju di dadaku selalu
Lenteng,17 mei 2011



DARI KEJAUHAN CINTAMU

Kupandang dari kejauhan cintamu
bersama barisan  anak ombak  mengiringi
irama deburan menjadikan aku haru
menatap kecantikan milikmu

Memikat para seniman untuk bercinta dengan
tarian wayang tubuhmu

Rantai anak ombakmu  semakin beranjak dewasa
menepi kepalung hati ini

ah..bercinta denganmu sungguh diri ini menjadi gamang
buih ombakmu memikat seni dalam  jiwaku
slopeng, 2010








IMG0145A











Aries Kelana
Aktif di komunitas Teater Pelar Sumenep, anggota kajian Seni Dan Budaya PANGESTOH NET TIHINK COMMUNITY sumenep.
Sebagian karyanya sering di muat di majalah mimbar pembangunan jawa timur. Dan majalah local lainnya. terkumpul dalam antologi tunggal ( suara hati si batu karang)
Suara Hati Si Batu Karang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar