Jumat, 13 Mei 2011

kulukis wajah tuhan di tubuhmu

sebening embun cinta yang kau racik bersama menyulam kata dari makna luka sementara
hanya untuknsebuih perasaan dari pekat embun menatap hari

keber samaan kita hingga musim tak lagi singgah dalam kegersangan hati ini
sehingga dahagaku semakin menetap hari

malam ini rembulan semakin menatap sunyi tanpagerimis dingin gigil bersamaku
dan takdir waktu yang semakin pilu dai tabir keresahanku

semakin banyak pecahan duri yang semakin memebawa kita terhanyut dalam ranjang asmara
hanya satu yang aku pinta jadilah duri terlindung dalam tubuhku
mengurai kata-kata dari sajak cintaku

mungkin di dasar laut kau bisa berlayar bersamaku
menjaring matahari dan gurita di atas perahuku
menikmati terik dan gigil di ujung usisaku yang layu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar